Showing posts with label Hacking. Show all posts
Showing posts with label Hacking. Show all posts

19.2.11

Teknik Mengintai Jaringan Lawan


Langkah ke empat (4) terakhir dalam proses footprinting adalah melakukan pengintaian jaringan lawan, dalam bahasa Inggris-nya adalah network reconnaissance. Proses pengintaian dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak traceroute (di UNIX / Linux), atau menggunakan tracert (di Windows).

Traceroute merupakan perangkat lunak diagnostik yang pertama kali di kembangkan oleh salah satu sesepuh Internet yaitu Van Jacobson. Dengan mengakali parameter Time To Live (TTL) di paket IP agar setiap router yang dilewati mengirimkan berita ICMP_TIME_EXCEEDED, kita dapat memetakan route yang diambil oleh sebuah paket dalam jaringan Internet.

Sebagai contoh kita akan melihat hasil traceroute ke beberapa mesin yang ada di lingkungan jaringan Telkom, seperti www.telkom.co.id, www.plasa.com, in-mta1.telkom.co.id. Proses traceroute dilakukan menggunakan sambungan dial-up menggunakan ISP indo.net.id pada kecepatan 19.2Kbps. Mari kita lihat beberapa kesimpulan dari peta yang kita peroleh.

[root@gate onno]# traceroute www.plasa.com
traceroute to www.plasa.com (202.134.0.172), 30 hops max, 38 byte packets
 1  Digital-Tc.indo.net.id (202.159.33.29)  187.690 ms  189.692 ms  189.757 ms
 2  Subnet-Gateway.indo.net.id (202.159.33.32)  189.820 ms  178.021 ms  179.822 ms
 3  Loral-Gateway.indo.net.id (202.159.32.1)  189.840 ms  199.950 ms  182.850 ms 4  202.148.63.65 (202.148.63.65)  216.687 ms *  219.695 ms
 5  * * 198.32.204.83 (198.32.204.83)  300.194 ms
6    * s2-4-gw1.gcc.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.241)  490.050 ms  409.613 ms
7    * FE11-0-0.sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.149)  300.095 ms  309.653 ms
8    GigaE5-0.1.emm.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.174)  349.822 ms  299.629 ms *
 9  www.plasa.com (202.134.0.136)  400.178 ms  389.508 ms *


Tampaknya www.plasa.com berada di Jakarta, karena memlalui beberapa mesin / router penting Telkom yang ada di Jakarta; mesin gcc, sm2 kemungkinan ada di Semanggi / Sentral telkom di Gatot Subroto – yah itu hanya tebakan dari gaya penamaan mesin Telkom yang kemungkinan mengambil referensi pola penamaan tempat cara abri yang agak kriptik tapi terprediksi Waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan paket & dikembalikan lagi oleh www.plasa.com adalah sekitar 400 mili detik.

[root@gate onno]# traceroute in-mta1.telkom.co.id
traceroute to in-mta1.telkom.co.id (202.134.0.196), 30 hops max, 38 byte packets 1  Digital-Tc.indo.net.id (202.159.33.29)  507.252 ms  489.515 ms  509.857 ms
 2  * Subnet-Gateway.indo.net.id (202.159.33.32)  200.130 ms  199.694 ms
3    Loral-Gateway.indo.net.id (202.159.32.1)  199.793 ms  189.703 ms  189.889 ms
4    202.148.63.65 (202.148.63.65)  389.829 ms  269.620 ms *
 5  * * *
 6  s2-4-gw1.gcc.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.241)  869.655 ms  669.665 ms
559.793 ms
7    FE11-0-0.sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.149)  489.828 ms  419.716 ms *
8    GigaE5-0.1.emm.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.174)  369.912 ms  219.670 ms  219.859 ms
 9  in-mta2.plasa.com (202.134.0.196)  339.852 ms  239.796 ms  289.778 ms

Secara tidak sengaja kita bisa melihat ternyata in-mta1.telkom.co.id adalah juga in-mta2.plasa.com, artinya semua mail ke orang telkom dengan hostname telkom.co.id akan bisa di tangkap di in-mta2.plasa.com juga. Ini agak berbahaya sebetulnya untuk sebuah perusahaan seperti Telkom. Tampaknya in-mta2.plasa.com, in-mta1.telkom.co.id & www.plasa.com berada dalam sebuah keluarga jaringan 202.134.0.x. Jika kita mengetahui struktur organisasi Telkom, berarti 202.134.0.x merupakan tempat penyimpanan mesin-mesin yang dikelola oleh Divisi Multimedia yang mengelola plasa.com.
 [root@gate onno]# traceroute www.telkom.net.id
traceroute to www.telkom.net.id (202.134.0.12), 30 hops max, 38 byte packets
 1  Digital-Tc.indo.net.id (202.159.33.29)  197.334 ms  189.571 ms  189.805 ms
 2  Subnet-Gateway.indo.net.id (202.159.33.32)  199.799 ms  189.752 ms  189.969
ms
3    Loral-Gateway.indo.net.id (202.159.32.1)  189.734 ms  199.678 ms  189.795 ms
4    202.148.63.65 (202.148.63.65)  249.844 ms  316.807 ms  289.855 ms
 5  * * *
6    * s2-4-gw1.gcc.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.241)  260.189 ms  299.710 ms
7    * FE11-0-0.sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.149)  320.187 ms  319.636 ms
8    * GigaE5-0.1.emm.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.174)  330.246 ms *
 9  game.plasa.com (202.134.0.12)  460.078 ms *  420.131 ms
 
Ah semakin yakin saja kita, dari hasil traceroute www.telkom.net.id terlihat sekali bahwa ternyata www.telkom.net.id ternyata identik dengan game.plasa.com. Jelas bahwa semua keluarga besar plasa.com & telkom.net.id adalah servis TelkomNet yang merupakan bagian dari servis Divisi Multimedia PT. Telkom; termasuk tentunya TelkomNet Instant yang sering menjadi bulan-bulanan ISP Indonesia yang lain yang menunjukan ketidak adilan (ketidak fairan) Telkom dalam memberikan servis di Indonesia.

Menarik untuk di simak ternyata Divisi Multimedia memegang keluarga IP 202.134.0.x sangat predictable sekali karena logikanya 202.134.x.x kemungkinan besar adalah keluarga IP-nya PT. Telkom, dan nomor terkecil (0) di ambil oleh penyelenggara / operator-nya, yaitu Divisi Multimedia. Dari hasil traceroute juga terlihat bahwa jaringan backbone / router utama Telkom tampaknya menggunakan keluarga IP 202.134.3.x.

Selanjutnya kita mencoba melihat bagaimana dengan kantor pusat PT. Telkom Indonesia di Bandung. Mari kita lihat hasil traceroute ke www.telkom.co.id yang tampaknya berada di kantor pusat PT. Telkom di Bandung.

[root@gate onno]# traceroute www.telkom.co.id
traceroute to www.telkom.co.id (202.134.2.15), 30 hops max, 38 byte packets
 1  Digital-Tc.indo.net.id (202.159.33.29)  341.254 ms  189.285 ms  189.863 ms
 2  Subnet-Gateway.indo.net.id (202.159.33.32)  389.814 ms  539.738 ms  339.843 ms
3    Loral-Gateway.indo.net.id (202.159.32.1)  379.842 ms  189.737 ms  629.806 ms
4    * * *
 5  198.32.204.83 (198.32.204.83)  520.177 ms  529.823 ms  489.612 ms
 6  * * s2-4-gw1.gcc.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.241)  490.196 ms
 7  * FE11-0-0.sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.149)  720.213 ms *
 8  * * *
 9  * * fe-sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.179)  599.379 ms
10  s0-lembong.bandung.telkom.net.id (202.134.3.38)  719.669 ms  659.553 ms S4.lbg.bandung.telkom.net.id (202.134.3.50)  529.925 ms
11  192.168.16.250 (192.168.16.250)  765.193 ms  859.890 ms *
12  202.134.2.15 (202.134.2.15)  1070.083 ms  769.732 ms *

Dari hasil traceroute ke www.telkom.co.id ada yang menggelitik hati saya, ternyata ada router di IntraNet Telkom menggunakan IP 192.168.16.250 yang tampak ke jaringan public. Ini terus terang, agak menyalahi pakem untuk mendisain jaringan yang baik. Router yan menjadi firewall ke jaringan IntraNet telkom tampaknya ber-alamat IP 202.134.3.50.

Biasanya jaringan IntraNet 192.168.x.x & 10.x.x.x, harusnya tertutup untuk dilihat oleh publik. Jika perancang jaringan tersebut secara benar merancang jaringannya akan sangat sulit melakukan penetrasi jaringan menggunakan traceroute. Salah satu cara untuk melakukan traceroute menembus IntraNet, adalah dengan melakukan traceroute pada port tertentu, misalnya port 53 yang merupakan port Domain Name System (DNS) menggunakan perintah:

            # traceroute –s –P53 IP_mesin_tujuan_dibalik_firewall

Bagi para administrator jaringan, tentunya akan sangat menyakitkan jika mengetahui bahwa jaringan-nya di intai oleh para hacker menggunakan traceroute. Ada beberapa software yang dapat digunakan untuk menipu / membatasi proses pengintaian tersebut, seperti snort (http://www.snort.org) yang merupakan software untuk melakukan Network Intrusion Detection System (NIDS). Kalau mau lebih jail lagi mungkin bisa menggunakan RotoRouter (http://packetstorm.securify.com/linux/trinux/src/rr-1.0.tgz) yang dapat mengirimkan responds palsu terhadap program yang melakukan tracreroute. Selain itu, anda juga dapat membatasi router-router yang ada di luar jaringan untuk membatasi traffik ICMP & UDP ke sistem yang spesifik, yang akhirnya akan mengurangi keterbukaan jaringan anda ke luar.

Teknik Mengcrack


Dalam tulisan ini saya coba ketengahkan beberapa teknik yang umumnya digunakan teman-teman untuk melakukan crack ke sistem komputer. Referensi-nya bisa dibaca di


Salah satu referensi menarik lainnya adalah artikel dari Front-line Information Security Team, "Techniques Adopted By 'System Crackers' When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks," fist@ns2.co.uk & http://www.ns2.co.uk

Lembaga apa saja sebetulnya yang biasanya rentan terhadap serangan cracker ini? Ada cukup banyak sebetulnya mulai dari:

  • institusi finansial & bank
  • Internet service provider (ISP)
  • Perusahaan farmasi
  • Lembaga pemerintah & pertahanan
  • Perusahaan multinasional
Para cracker ini profile-nya seperti apa? Jika kita perhatikan baik-baik maka umumnya mereka adalah pria berusia antara 16-25 tahun. Mereka umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan cracking mereka atau untuk menggunakan resource yang ada di jaringan untuk keperluan pribadinya. Umumnya mereka ada opportunis yang secara untung-untung menscan sistem untuk melihat lubang dari sistem. Umumnya setelah berhasil memasuki sistem yang dimaksud kemudian mengambil akses administrator (root) dari sistem tersebut; kemudian membuat akses backdoor agar dikemudian hari dapat memasuki sistem tersebut lagi sambil menutup berbagai lubang security yang ada supaya cracker lain tidak bisa memanfaatkan sistem yang dia kuasai ini.

Sebelum memasuki berbagai teknik yang dipakai oleh para cracker untuk menguasai sistem ada baiknya kita melihat secara sepintas saja metoda apa saja yang digunakan oleh berbagai perusahaan ini untuk menyambungkan ke Internet. Secara sederhana umumnya berbagai perusahaan / instansi menyambung ke Internet menggunakan teknik-teknik firewall dan proxy server untuk akses bagi anggota / karyawan / siswanya agar bisa akses bersama melalui satu saluran komunikasi. Adapun hubungan ke Internet umumnya digunakan untuk hosting webserver, servis e-mail agar bisa berhubungan dengan dunia luar dan memberikan akses ke Internet bagi perusahaan / anggota / siswa.

Dalam setup jaringan komputer yang demikian umumnya webserver bukanlah tempat yang cukup menarik untuk di serang jika kita menginginkan akses ke informasi yang ada dalam corporate network. Kalaupun seorang cracker menyerang webserver umumnya digunakan untuk mengubah file yang ada untuk menjatuhkan citra perusahaan / lembaga. Bagi cracker yang berkeinginan untuk memasuki intranet corporate maka serangan akan dilakukan ke server e-mail karena biasanya server e-mail yang mempunyai saluran secara langsung ke dalam intranet untuk bertukar e-mail antara dunia intranet dan dunia internet. Bagi cracker yang cukup canggih maka serangan akan dilakukan pada router menggunakan scanner secara agresif terhadap protokol managemen SNMP yang akhirnya bisa mengubah router yang ada menjadi jembatan mereka memasuki intranet dari internet.

Setelah mengetahui berbagai modus yang ada di atas mari kita bahas sedikit lebih detail tentang cara mereka menyerang. Teknik pertama yang perlu dilakukan oleh para cracker ini adalah teknik ‘cloak’ yang pada dasarnya menyembunyikan diri pada saar menyerang agar administrator jaringan di ujung sebelah sana tidak menyadari bahwa mesin-nya sedang di serang. Teknik ‘cloak’ yang biasanya digunakan oleh para cracker ini adalah:

  • Melakukan bouncing (melompat) dari mesin yang sebelumnya telah di serang melalui program telnet atau remote shell rsh.
  • Melakukan bouncing (melompat) dari mesin yang menjalankan windows melalui software wingate mereka.
  • Melakukan bouncing (melompat) dari server proxy yang salah di konfigurasinya.
Seorang cracker pada saat menyerang harus mengumpulkan banyak informasi tentang jaringan yang akan dia serang. Beberapa teknik yang umumnya digunakan untuk mengumpulkan informasi tersebut biasanya dijalankan di perangkat Unix (bukan windows) yang antara lain adalah:

  • Menggunakan perangkat lunak nslookup dalm memberikan perintah ‘ls <domain atau network>.
  • Melihat file HTML di server Web anda untuk mengidentifikasi host lain di intranet anda.
  • Melihat berbagai dokumen yang ada di server file (FTP) anda.
  • Melakukan hubungan ke server mail anda menggunakan perintah ‘telnet host 25’ dan memberikan perintah ‘expn <user>’.
  • Mem-‘finger’ pengguna yang memiliki account di mesin yang terbuka di internet.
Selanjutnya adalah mengidentifikasi komponen jaringan apa saja yang di set sebagai komponen yang paling di percaya di jaringan intranet perusahaan tersebut. Biasanya mesin yang digunakan administrator atau server biasanya dipercaya sebagai mesin paling aman di jaringan.  Untuk melihat mesin mana yang di anggap paling aman di jaringan biasanya para cracker ini start dengan melihat men-cek daftar export dari Network File System (NFS) ke directory /usr/bin, /etc dan /home dimesin mana saja dilakukan operasi NFS tersebut. Jika bisa mengakses webserver maka bisa juga mengeksploitasi kelemahan Common Gateway Internet (CGI) untuk mengakses file /etc/hosts.allow.

Setelah melihat mesin mana yang dianggap paling aman / paling bisa dipercaya di jaringan intranet yang ingin kita serang. Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi kelemahan mesin-mesin tersebut. Ada beberapa program yang umumnya bersifat public domain & bisa secara mudah + gratisan di ambil di internet yang bisa digunakan untuk melakukan operasi tersebut, beberapa diantara program di Linux untuk keperluan tersebut adalah ADMhack, mscan, nmap & banyak scanner kecil. Biasanya agar administrator mesin tidak mengetahui bahwa kita melakukan scanning tersebut maka program ini di sembunyikan di balik program ‘ps’ atau ‘netstat’. Jika router di institusi / lembaga lawan tersebut ternyata mengaktifkan kemampuan agar bisa dimanage jarak jauh menggunakan protokol SNMP maka cracker yang lebih canggih bisa mengaktifkan teknik scanning SNMP yang bisa menguasai router tersebut.

Beberapa hal yang biasanya di cek pada saat melakukan scanning pada sebuah alat di jaringan komputer antara lain adalah:

  • Scan port TCP dari sebuah mesin.
  • Melihat servis RPC yang dijalankan menggunakan portmapper.
  • Melihat daftar export melalui nfsd.
  • Melihat daftar directory yang di share melalui samba / netbios.
  • Melakukan banyak finger untuk mengidentifikasi account default.
  • Scan kelemahan Common Gateway Interface (CGI).
  • Identifikasi kelemagan berbagai software server yang dijaankan di mesin seperti, sendmail, IMAP, POP3, RPC status & RPC mountd.
Setelah mengetahui kelemahan sistem, cracker tinggal mengambil alih sistem sistem dengan menjalankan program dari jauh untuk mengeksploit kelemahan software daemon server untuk memperoleh akses administrator / root dari mesin anda. Setelah cracker berhasil memperoleh akses ke peralatan yang lemah tadi maka cracker umumnya melakukan operasi pembersihan ‘clean up’ terhadap file log agar tidak terlihat oleh si administrator mesin tentang apa yang dilakukan oleh si cracker. Kemudian cracker akan memasang software / program yang diperlukan untuk membuat ‘backdoor’ agar dikemudian hari dapat mengakses sistem tersebut. Memasang .rhosts file di /usr/bin agar dikemudian hari dapat menjalankan program di mesin yang sudah dikuasai menggunakan perintah rsh & csh dari jauh saja.
Pada titik ini sebetulnya mesin sudah dikuasai tinggal dimanfaatkan saja. Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh cracker dalam memanfaatkan mesin yang sudah dia kuasai, antara lain:

  • Menjadikan jembatan antara Internet dengan intranet network.
  • Menginstalasi sniffer untuk melihat traffic yang sedang berjalan di LAN Corporate network di situ bisa dilihat berbagai password, nomor kartu kredit kalau tidak dilindungi. Program cpm di http://www.cert.org/ftp/tools/cpm mungkin bisa membantu memperbaiki interface yang dipasangi sniffer ini.
  • Yang paling sial kalau cracker menjalankan perintah ‘rm –rf /&’ karena mesin akan hancur lebur. Anda akan membutuhkan waktu beberapa jam s/d beberapa bulan untuk memperbaikinya kalau anda tidak pernah memback-up setting anda. Hal ini akan sangat berbahaya jika dijalankan di mesin-mesin yang menjalankan operasi ‘mission critical’ misalnya server di perbankan dll.

Tcpdump Untuk Melihat Paket Data di Jaringan


Cara paling mudah mempelajari cara kerja jaringan komputer adalah dengan melihat paket data yang berseliweran di jaringan komputer. Terus terang, saya selama bertahun-tahun (tepatnya 8 tahun-an) belajar jaringan komputer dengan cara melihat isi paket data yang lewat di jaringan. Pada saat itu saya menggunakan jaringan paket radio pada kecepatan 1200bps jadi sangat lambat dan sangat mudah untuk melihat interaksi antar komputer  berprotokol TCP/IP menggunakan program Network Operating System (NOS) yang di jalankan di PC/XT di atas program DOS 3.3..

Pada saat ini teknologi telah berkembang, jarang sekali kita memperoleh PC/XT dengan DOS 3.3. Alternatif yang paling dekat adalah menjalankan program tcpdump di sistem operasi Linux.

Tidak banyak yang perlu anda siapkan untuk menjalakan kan tcpdump ini, yang pasti sebuah komputer kelas Pentium dengan Linux di dalamnya. Kemudian install software tcpdump, bisa dilakukan pada saat instalasi linux di lakukan atau menggunakan proses instalasi software Linux baik melalui RPM atau install file tar-nya. Software tcpdump sendiri biasanya sudah ada dalam distribusi Linux seperti Red Hat atau Mandrake, jika anda belum memilikinya atau tidak menemukannya, dapat di ambil di http://www.tcpdump.org.

Untuk menjalankan tcpdump anda harus menggunakan user root. Adapun sintaks untuk menjalankan tcpdump adalah sebagai berikut

tcpdump [ -adeflnNOpqRStuvxX ] [ -c count ] [ -C file_size ] [ -F file ]
[ -i interface ] [ -m module ] [ -r file ] [ -s snaplen ] [ -T type ]
[ -w file ] [ -E algo:secret ] [ expression ]

cara standard yang biasa saya gunakan untuk menjalankan tcpdump adalah

            # tcpdump –i eth0

atau

            # tcpdump –X –i eth0

Pada perintah yang pertama anda akan melihat semua header paket yang termonitor oleh interface eth0. Pada perintah yang ke dua, selain header paket akan di tampilkan isi data yang di bawa dalam paket yang termonitor oleh interface eth0 baik dalam bentuk binary (hexadesimal) maupun dalam bentuk ASCII. Tentunya teknik yang ke dua akan berbahaya karena anda dapat dengan mudah membaca semua username & password user di jaringan anda yang lewat di LAN, integritas moral seorang hacker akan sangat menentukan apakah informasi yang di peroleh akan digunakan untuk kebaikan atau keburukan.

Dengan ke dua cara di atas, jangan kaget kalau layar monitor anda akan dipenuhi print out paket yang lewat & akan scrolling dalam waktu yang sangat cepat. Bagi anda yang menggunakan tcpdump untuk memonitor kegiatan di ppp0 (internet dial-up) maupun Wireless LAN mungkin scrolling di layar tidak akan se dramatis jika anda memonitor trafik di LAN.

Untuk mengatasi kecepatan scrolling yang demikian gila-nya, ada baiknya kita melakukan sedikit pemrograman untuk memfilter paket agar hanya paket tertentu saja yang di tampilkan di layar. Pemrogramman tcpdump tidak sukar, seluruh parameter yang digunakan dapat di tambahkan melalui sebuah file dan di injeksikan ke tcpdump melalui parameter –F, sepert,

            # tcpdump –i eth0 –F nama-file-filter

nama-file-filter berisi parameter / teknik pemfilteran yang digunakan agar hanya segelintir paket yang sesuai dengan kehendak kita yang akan di tampilkan di layar.

Tentunya bagi anda yang ingin menangkap paket yang lewat dalam jumlah besar ada baiknya di simpan langsung ke file, untuk kemudian di analisa. Untuk menyimpan langsung hasil tangkapan paket ke file dalam menggunakan parameter –w, seperti,

            # tcpdump –i eth0 –w file-tangkapan-paket-data

semua paket yang lewat akan masuk ke file bernama file-tangkapan-paket-data, sedang untuk memainkan kembali hasil tangkapan tersebut, dapat dilakukan dengan menggunakan flag –b sebelum –w.

Contoh cuplikan hasil tcpdump yang saya lakukan pada interface eth0 yang berupa jaringan wireless LAN untuk akses ke Internet di daerah Jakarta Utara pada frekuensi 2.4GHz, terlihat sebagai berikut,

[root@gate onno]# tcpdump -X -i eth0
tcpdump: listening on eth0
20:13:19.539482 host251.ignore.net.5235 > 203.77.237.255.8859:  udp 10
0x0000   4500 0026 b6c6 0000 ff11 9269 cb4d edfb        E..&.......i.M..
0x0010   cb4d edff 1473 229b 0012 df09 4845 4152        .M...s".....HEAR
0x0020   5442 4541 5400 4006 0400 4a02 7172 0000        TBEAT.@...J.qr..
0x0030   78bf a840 1400                                 x..@..
20:13:20.539467 802.1d config 8000.00:03:e3:80:cb:09.8001 root 8000.00:03:e3:80:cb:09 pathcost 0 age 0 max 20 hello 2 fdelay 15
0x0000   4242 0300 0000 0000 8000 0003 e380 cb09        BB..............
0x0010   0000 0000 8000 0003 e380 cb09 8001 0000        ................
0x0020   1400 0200 0f00 0000 0000 0000 0000             ..............
20:13:22.149482 host145.ignore.net > host24.mcast.net:  ip-proto-88 40 [tos 0xc0]
0x0000   45c0 003c 0000 0000 0258 1ec1 cb4d ed91        E..<.....X...M..
0x0010   e000 000a 0205 ee6c 0000 0000 0000 0000        .......l........
0x0020   0000 0000 0000 0064 0001 000c 0100 0100        .......d........
0x0030   0000 000f 0004 0008 0c01 0101 0010 0000        ................
0x0040   0100 0000                                      ....
20:13:22.749478 arp who-has host163.ignore.net tell host164.ignore.net
0x0000   0001 0800 0604 0001 0000 21f7 c659 cb4d        ..........!..Y.M
0x0010   eda4 0000 0000 0000 cb4d eda3 2020 2020        .........M......
0x0020   2020 2020 2020 2020 2020 2020 2020 0100        ................
0x0030   0000 000f 0004                                 ......
20:13:22.819484 203.77.237.252.netbios-ns > 203.77.237.255.netbios-ns:
>>> NBT UDP PACKET(137): QUERY; REQUEST; BROADCAST
0x0000   4500 004e 25ae 0000 8011 a259 cb4d edfc        E..N%......Y.M..
0x0010   cb4d edff 0089 0089 003a 53ec ac6c 0110        .M.......:S..l..
0x0020   0001 0000 0000 0000 2046 4545 4a45 4e45        .........FEEJENE
0x0030   4646 4b45 5045 4f45 4643 4143 4143 4143        FFKEPEOEFCACACAC
0x0040   4143 4143 4143 4142 4c00 0020 0001 0a08        ACACACABL.......
0x0050   6865                                           he
20:13:22.819674
>>> NetBeui Packet
Type=0x3 Length=44 (0x2c) Signature=0xEFFF Command=0x8
NetbiosDataGram:
Destination=TIMEZONE        NameType=0x1B (Domain Controller)
Source=PROXY           NameType=0x00 (Workstation)

SMB PACKET: SMBtrans (REQUEST)


0x0000   f0f0 032c 00ff ef08 0000 0000 0000 0054        ...,...........T
0x0010   494d 455a 4f4e 4520 2020 2020 2020 1b50        IMEZONE........P
0x0020   524f 5859 2020 2020 2020 2020 2020 00ff        ROXY............
0x0030   534d 4225 0000 0000 1803 0000 0000 0000        SMB%............
0x0040   0000 0000 0000 0000 00fe ca00 0000 0011        ................
0x0050   0000                                           ..
20:13:22.828100 gate.yc1dav.ampr.org.1190 > ns1.indo.net.id.domain:  50267+ PTR? 252.237.77.203.in-addr.arpa. (45) (DF)
0x0000   4500 0049 12a0 4000 4011 0448 c0a8 7872        E..I..@.@..H..xr
0x0010   ca9f 2002 04a6 0035 0035 b844 c45b 0100        .......5.5.D.[..
0x0020   0001 0000 0000 0000 0332 3532 0332 3337        .........252.237
0x0030   0237 3703 3230 3307 696e 2d61 6464 7204        .77.203.in-addr.
0x0040   6172 7061 0000 0c00 01                         arpa.....
20:13:22.849461 arp who-has gate.yc1dav.ampr.org tell sumaryo.gate.net
0x0000   0001 0800 0604 0001 0010 5a63 fd7a c0a8        ..........Zc.z..
0x0010   7801 0000 0000 0000 c0a8 7872 0000 0000        x.........xr....
0x0020   0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000 4e45        ..............NE
0x0030   4646 4b45 5045                                 FFKEPE
20:13:22.849643 arp reply gate.yc1dav.ampr.org is-at 0:0:f0:64:96:ae
0x0000   0001 0800 0604 0002 0000 f064 96ae c0a8        ...........d....
0x0010   7872 0010 5a63 fd7a c0a8 7801                  xr..Zc.z..x.
20:13:22.859513 ns1.indo.net.id.domain > gate.yc1dav.ampr.org.1190:  50267 NXDomain 0/1/0 (133) (DF)
0x0000   4500 00a1 0000 4000 3811 1e90 ca9f 2002        E.....@.8.......
0x0010   c0a8 7872 0035 04a6 008d 17ae c45b 8183        ..xr.5.......[..
0x0020   0001 0000 0001 0000 0332 3532 0332 3337        .........252.237
0x0030   0237 3703 3230 3307 696e 2d61 6464 7204        .77.203.in-addr.
0x0040   6172 7061 0000 0c00 01c0 1400 0600 0100        arpa............
0x0050   0027                                           .'

41 packets received by filter
0 packets dropped by kernel





Bagi anda yang belum terbiasa kemungkinan akan cukup pusing membaca demikian banyak data yang lewat, secara umum,

·         paket pertama yang ada dalam hasil tangkapan ini berisi paket broadcast ke alamat 203.77.237.255 port 8859  berisi message HEARTBEAT, entah untuk apa ini dilakukan.
·         Paket ke dua berisi informasi routing dari salah satu base station menggunakan protokol IEEE 802.11b yang bekerja di frekuensi 2.4GHz.
·         Paket ke tiga menandakan bahwa mesin tersebut dapat melakukan servis multicast, yang beralamat pada 224.0.0.24.
·         Paket ke empat berisi protokol Address Resolution Protocol (ARP) dan menanyakan hardware address salah satu mesin di jaringan.
·         Paket ke lima berisi protokol SMB yang digunakan dalam Network Neighbourhood di Windows. Node 203.77.237.252 menanyakan apakah ada node SMB lain di jaringan.
·         Paket ke enam berisi permohonan untuk menanyakan domain name dari mesin penulis gate.yc1dav.ampr.org ke mesin ns1.indo.net.id.
·         Dst ..

Terlihat sekali operasional sebuah jaringan komputer seperti Internet sangatlah kompleks dan melibatkan banyak sekali tata cara komunikasi (protokol). Keterangan lengkap tentang cara kerja protokol-protokol ini dapat di download secara gratis di berbagai situs di Internet terutama di Internet Engineering Task Force (IETF) http://www.ietf.org.

Tentunya membaca sekian banyak header cukup membuat kepala pusing, bagi anda yang ingin melihat proses interaksi yang berlangsung tanpa melihat isi message yang di transaksikan dapat menggunakan tcpdump –i saja seperti terlihat di tampilan selanjutnya.

[root@gate onno]# tcpdump -i eth0
tcpdump: listening on eth0
20:13:44.699472 802.1d config 8000.00:03:e3:80:cb:09.8001 root 8000.00:03:e3:80:cb:09 pathcost 0 age 0 max 20 hello 2 fdelay 15
20:13:45.239465 arp who-has host163.ignore.net tell host164.ignore.net
20:13:45.259470 host145.ignore.net > host24.mcast.net:  ip-proto-88 40 [tos 0xc0]
20:13:46.409466 host232.sumaryo.gate.net.4488 > 192.168.120.255.8859:  udp 10
20:13:46.719462 802.1d config 8000.00:03:e3:80:cb:09.8001 root 8000.00:03:e3:80:cb:09 pathcost 0 age 0 max 20 hello 2 fdelay 15
20:13:48.729463 802.1d config 8000.00:03:e3:80:cb:09.8001 root 8000.00:03:e3:80:cb:09 pathcost 0 age 0 max 20 hello 2 fdelay 15
20:13:49.739471 arp who-has host163.ignore.net tell host164.ignore.net
20:13:49.859466 host145.ignore.net > host24.mcast.net:  ip-proto-88 40 [tos 0xc0]
20:13:50.739465 802.1d config 8000.00:03:e3:80:cb:09.8001 root 8000.00:03:e3:80:cb:09 pathcost 0 age 0 max 20 hello 2 fdelay 15
20:13:51.999468
>>> NetBeui Packet
Type=0x3 Length=44 (0x2c) Signature=0xEFFF Command=0xA
NameQuery:
SessionNumber=0xD
NameType=0x0
ResponseCorrelator=0xD
Destination=15              NameType=0x20 (Server)
Source=SERVER          NameType=0x00 (Workstation)
20:13:53.859461 arp who-has 203.77.237.172 tell host161.ignore.net
20:13:53.867775 gate.yc1dav.ampr.org.1190 > ns1.indo.net.id.domain:  4214+ PTR? 172.237.77.203.in-addr.arpa. (45) (DF)
20:13:53.889518 ns1.indo.net.id.domain > gate.yc1dav.ampr.org.1190:  4214 NXDomain 0/1/0 (133) (DF)

44 packets received by filter
0 packets dropped by kernel
[root@gate onno]#

Tampak pada tampilan hanya header paket data yang lewat yang di tampilkan tanpa isi (payload) paket. Masing-masing jenis protokol akan memberikan tampilan header yang berbeda, detail tentang informasi yang di kandung dalam print out header tersebut dapat dibaca di manual tcpdump yang bisa di ambil di www.tcpdump.org atau di Linux pada

            $ man tcpdump

[root@gate onno]# tcpdump -i eth1
tcpdump: listening on eth1
20:31:36.462156
>>> NetBeui Packet
Type=0x406C Length=14 (0xe) Signature=0xEFFF Command=0x14
NetbiosDataAck:
TransmitCorrelator=0x28
RemoteSessionNumber=0xB
LocalSessionNumber=0xE


20:31:36.464914
>>> NetBeui Packet
Type=0x406E Length=14 (0xe) Signature=0xEFFF Command=0x15
Unknown Netbios Command Data: (9 bytes)
[000] 04 00 00 00 00 28 00 0B  0E                       .....(.. .

SMB PACKET: SMBwritebraw (REQUEST)


20:31:36.466129
>>> NetBeui Packet
Type=0x4070 Length=14 (0xe) Signature=0xEFFF Command=0x16
NetbiosDataOnlyLast:
Flags=PIGGYBACK_ACK_ALLOWED
ResyncIndicator=0x0
ResponseCorelator=0x28
RemoteSessionNumber=0xB
LocalSessionNumber=0xE


20:31:36.470069
>>> NetBeui Packet
Type=0x7240 Length=14 (0xe) Signature=0xEFFF Command=0x16
NetbiosDataOnlyLast:
Flags=PIGGYBACK_ACK_ALLOWED PIGGYBACK_ACK_INCLUDED
ResyncIndicator=0x0
ResponseCorelator=0x28
RemoteSessionNumber=0xE
LocalSessionNumber=0xB

SMB PACKET: SMBwritebraw (REPLY)

Berbeda dengan sebelumnya pada tampilan berikutnya adalah hasil tangkapan paket data yang lewat di eth1 (bukan eth0), eth1 merupakan interface LAN yang tersambung ke jaringan lokal di rumah. Kebanyakan trafik yang lewat adalah trafik transfer file antar komputer menggunakan network neighbourhood di Windows. Terlihat jelas sekali praktis di dominasi oleh paket-paket SMB atau NetBeui.
 
Untuk memfilter sekian banyak paket yang lewat ada baiknya kita membuat file teks berisi parameter untuk filtering yang dapat di jalankan menggunakan perintah

            # tcpdump –i eth0 –F nama-file-filter

beberapa contoh perintah yang dapat di isikan dalam ‘nama-file-filter’, untuk memudahkan saya coba terjemahkan beberapa contoh yang anda dalam manual tcpdump ke bahasa indonesia.

·         Untuk melihat semua paket yang dapat & pergi dari mesin sundown, gunakan perintah:
tcpdump host sundown

·         Untuk melihat semua trafik di mesin helios dengan mesin hot atau ace, gunakan perintah:
tcpdump host helios and \( hot or ace \)

·         Untuk melihat semua paket antara mesin ace dengan semua mesin, kecuali mesin helios, gunakan perintah:
                        tcpdump ip host ace and not helios

·         Untuk melihat semua trafik di mesin lokal pada jaringan (net) berkeley, gunakan perintah:
tcpdump net ucb-ether

·         Untuk melihat semua trafik ftp melalui internet gateway snup, gunakan perintah berikut (perlu dicatat tanda kutip digunakan agar shell tidak salah interpretasi tanpa kurung):
tcpdump 'gateway snup and (port ftp or ftp-data)'

·         Untuk melihat trafic yang sumber atau tujuannya bukan ke mesin lokal network, gunakan perintah:
tcpdump ip and not net localnet

·         Untuk melihat paket start & stop (SYN & FIN paket) dalam setiap hubungan TCP yang dilakukan dengan mesin non-lokal, gunakan perintah:
tcpdump 'tcp[tcpflags] & (tcp-syn|tcp-fin) != 0 and not src and dst net localnet'

·         Untuk melihat paket IP yang panjang-nya lebih dari 576 byte yang dikirim melalui gateway snup, gunakan perintah:
tcpdump 'gateway snup and ip[2:2] > 576'

·         Untuk melihat paket IP broadcast atau multicast yang tidak dikirim melalui ethernet broadcast atau multicast, gunakan perintah:
tcpdump 'ether[0] & 1 = 0 and ip[16] >= 224'

·         Untuk melihat semua paket ICMP yang bukan ping, gunakan perintah:
tcpdump 'icmp[icmptype] != icmp-echo and icmp[icmptype] != icmp-echoreply'

Untuk benar-benar mengerti makna dari masing-masing perintah sangat di sarankan untuk mempelajari header & cara kerja protokol TCP, IP, ICMP, UDP dll. Naskah yang mendeskripsikan kerja masing-masing protokol tersebut dapat di ambil di http://www.ietf.org di kenal dengan Request For Comment (RFC).